(PNS Pemkab. Balangan, Direktur STKOM SAPTA COMPUTER)

Senin, 11 Januari 2010

Contoh Skripsi Pendidikan IPS

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam pembukaan undang - undang Dasar 1945 alenia IV menyatakan bahwa salah satu tujuan negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa : Sistem Pendidikan Nasional yang dicantumkan melalui undang-undang No. 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional dengan fungsi dan tujuan sebagaimana kutipan berikut :
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia Sehat, Berilmu, Cakap kreatif mandiri, dan mejadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. ( BAB 11. Pasal 3 )

Pendidikan adalah merupakan usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu perkembangan, potensi kemampuan anak, agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya baik sebagai individu maupun dalam masyarakat.
Dalam Peraturan Mendiknas No. 41 Tahun 2007, disebutkan bahwa standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Standar proses pada pelajaran IPS khususnya di SD harus mendapatkan perhatian khusus dari guru karena mata pelajaran IPS di SD memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan mata pelajaran lain, antara lain sebagai berikut: IPS merupakan perpaduan dari beberapa disiplin ilmu sosial. Materi IPS terdiri atas sejumlah konsep, prinsip, dan tema yang berkenaan dengan hakekat kehidupan manusia sebagai makhluk sosial (homo socius) Susanto (2000:24).
Ada beberapa strategi dan model dan metode dalam pembelajaran IPS, Strategi pengajaran Sejarah adalah suatu alternatif dalam bentuk model cara menyelesaikan proses belajar mengajar yang merupakan pola-pola umum kegiatan yang harus diikuti guru dan siswa. Pola-pola umum kegiatan ini perlu ditempuh untuk mencapai tujuan pengajaran (karmawati, 2008 : 2 ).
Untuk mencapai tujuan pengajaran IPS perlu adanya Pendekatan pemecahan masalah, Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran IPS yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu dikembangkan ketrampilan memahami masalah, membuat model IPS, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya(Depdiknas, 2006 : 93)
Di kelas IV SDN Kasai Kecamatan Batumandi siswa-siswa dibekali ilmu pengetahuan, agar dia diharapkan bisa mandiri di hari-hari mendatang. Namun kenyataannya hasil pembelajaran IPS yang dicapai siswa selama ini belum maksimal, sebab dalam pembelajarannya metode ceramah masih mendominasi sehingga interaksi hanya berlangsung satu arah, siswa hanya menerima informasi tanpa ada balikan, sementara yang aktif adalah guru. Padahal dalam PBM

seharusnya diperlukan komunikasi dua arah atau lebih sehingga dapat membuat aktivitas siswa lebih meningkat dan menjadikan hasil pembelajaran lebih berhasil.
Dari masalah diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul " Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Tentang Pentingnya Mengenal Koperasi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw SDN Kasai Kecamatan Batumandi"

B. Rumusan Masalah.
Dari uraian yang terdapat pada latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini :
a. Bagaimanakah peningkatan Hasil belajar siswa SDN Kasai Mengenai Pentingnya Koperasi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dengan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Jigsaw?

C. Rencana Pemecahan
Kegiatan pertama dalam Tipe Jigsaw adalah membagikan bacaan dan topik-¬topik ahli, penugasan topik-topik pada masing-masing siswa, dan kemudian membacanya. Membagikan lembar akhir dan kemudian menugasi setiap siswa untuk mengerjakan topik tertentu (datangi setiap kelompok dan tunjuk setiap siswa untuk mengerjakan topik tertentu).


Diskusi kelompok ahli, mintalah seluruh siswa dengan topik ahli 1 berkumpul pada sebuah meja, seluruh siswa dengan topik 2 berkumpul pada lain dan seterusnya. Tunjuk seorang pemimpin diskusi untuk setiap kelompok. Pemimpin diskusi tersebut tidak harus siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan seluruh siswa seharusnya memiliki kesempatan menjadi pemimpin diskusi pada suatu saat kelak.
Ketika kelompok ahli sedang bekerja, guru seharusnya berkeliling bergantian mendatangi dan memfasilitasi setiap kelompok. Guru dapat mengingatkan para pemimpin diskusi bahwa sebagian dari tugas mereka adalah mengupayakan agar setiap orang berperan serta.
Laporan kelompok. Para ahli seharusnya kembali kekelompok asalnya untuk mengajarkan topik-topik itu kepada teman kelompok asalnya. Mereka seharusnya diberi waktu sekitar 5 menit untuk menelaah ulang segala sesuatu yang mereka pelajari dari kelompok ahli. Beri penekanan kepada siswa bahwa mereka memiliki tanggung jawab kepada teman kelompok asalnya.
Tes. Bagikan kuis itu dan berikan kepada siswa, dan berikan cukup waktu sedemikian rupa, sehingga hampir setiap siswa dapai menyelesaikannya.
Penghargaan kelompok. Guru memberikan penghargaan kepada keelompok yang mendapat nilai atau skor yang terbanyak baik dengan pujian maupun dengan bilangan atau angka / dengan kualitatif maupun kwantitatif.




D. Tujuan dan Manfaat Penelitian.
l. Tujuan Penelitian
a. Meningkatkan Hasil belajar siswa SDN Kasai Mengenai Pentingnya Koperasi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dengan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Jigsaw.
2. Manfaat Penelitian Tindakan kelas ini adalah :
a. Bagi guru-guru khususnya bidang studi IPS sebagai informasi tentang upaya yang dapat disimpulkan untuk meningkatkan hasil belajar IPS.
b. Bagi Kepala Sekolah sebagai bahan masukan tentang upaya perbaikan dan peningkatan pembelajaran IPS.
c. Untuk Pengawas sebagai bahan masukan dalam membina dan meningkatkan mutu pembelajaran IPS
d. Dinas Pendidikan Kabupaten sebagai bahan masukan dan bahan sosialisasi dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran IPS










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif. merupakan strategi belajar melalui penempatan siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda atau adalah model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu memahami suatu bahan pelajaran artinya bahan belum selesai jika salah satu teman dalam sekelompok belum menguasai bahan pembelajaran.
Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah:
1) Siswa belajar kelompok.
2) Kelompok dibentuk heterogen.
3) Upayakan agar anggota kelompok berbeda-beda
4) Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.
(Anshori, 2009 : 2 )
Pembelajaran kooperatif ada beberapa jenis antara lain Ada lima ( 5 ) tipe/variasi dalam model pembelajaran kooperatif ini, yaitu: (1) Student Teams-Achievement Division (STAD) (2) Teams Games¬Tournaments (TGT) (3) Jigsaw (4) Think-Pair-Share (TPS) dan (5) Numbered Head an together (NHT).
(Sutrisni Andayani, 2008:1)
Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi mampu memacu keberhasilan individu melalui kelompoknya. (Sutrisni Andayani, 2008:1)
Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw pertama kali dikembangkan oleh Aronson. dkk di Universitas Texas. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.
Keunggulan kooperatif tipe jigsaw meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain.Meningkatkan bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan (Doantara yasa, 2008 : 1).
Dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, terdapat kelompok ahli dan kelompok asal. Kelompok asal adalah kelompok awal siswa terdiri dari berapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan memperhatikan keragaman dan latar belakang. Guru harus trampil dan mengetahui latar belakang siswa agar terciptanya suasana yang baik bagi setiap angota kelompok. Sedangkan kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok lain (kelompok asal) yang ditugaskan untuk mendalami topik tertentu untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. (Doantara yasa, 2008 : 1)
Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Disini, peran guru adalah memfasilitasi dan memotivasi para anggota kelompok ahli agar mudah untuk memahami materi yang diberikan. Setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok ahli. Para kelompok ahli harus mampu untuk membagi pengetahuan yang di dapatkan saat melakukan diskusi di kelompok ahli, sehingga pengetahuan tersebut diterima oleh setiap anggota pada kelompok asal. Kunci tipe Jigsaw ini adalah interdependence setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi yang diperlukan. Artinya para siswa harus memiliki tanggunga jawab dan kerja sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan memecahkan masalah yang diberikan. (Doantara yasa, 2008 : 1)
Suatu strategi pembelajaran mempunyai keunggulan dan kekurangan. Demikian pula dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mempunyai beberapa keunggulan menurut Purwanti (2008 : 30) diantaranya sebagai berikut:
1. Dapat mengembangkan hubungan antar pribadi positif di antara siswa yang memiliki kemampuan belajar yang berbeda
2. Menerapkan bimbingan sesama teman
3. Rasa harga diri siswa yang lebih tinggi
4. Memperbaiki kehadiran
5. Penerimaan terhadap perbedaan individu lebih besar
6. Sikap apatis berkurang
7. Pemahaman materi lebih mendalam
8. Meningkatkan motivasi belajar
Selain keunggulan tersebut pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw juga memiliki kekurangan-kekurangan, menurut Purwanti (2008 : 30) diantaranya sebagai berikut:
a. Jika guru tidak mengingatkan agar siswa selalu menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet dalam pelaksanaan diskusi.
b. Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah, misal jika ada anggota yang hanya membonceng dan menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi
c. Membutuhkan waktu yang lebih lama apalagi bila penataan ruang belum terkondisi dengan baik sehingga perlu waktu untuk merubah posisi yang dapat menimbulkan gaduh.

C. Langkah - langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
1. siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim
2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka)
5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub yang mereka kuasai dan tipe anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7. Guru memberi evaluasi
8. penutup
(Depdiknas, 2008 : 9)
Aktivitas Kegiatan dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Aktivitas yang dilakukan dalam jigsaw meliputi:
• Membaca
• Diskusi dikelompok ahli
• Laporan ke kelompok asal
• Tes
• Penghargaan Kelompok
(Anshori, 2009 : 5 )

D. Kerangka Berpikir dan Hipotesis
1. Kerangka Berpikir
Metode penelitian ini adalah merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam Penelitian Tindakan Kelas terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu (1) perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi (Arikunto, 2006:16).
Dalam penelitian ini peneliti terlibat langsung di dalam proses penelitian sejak awal sampai dengan hasil penelitian yang berupa laporan.
Penelitian ini menggunakan Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw karena pembelajaran ini memiliki keunggulan sebagai berikut:
1. Dapat mengembangkan hubungan antar pribadi positif di antara siswa yang memiliki kemampuan belajar yang berbeda
2. Menerapkan bimbingan sesama teman
3. Rasa harga diri siswa yang lebih tinggi
4. Memperbaiki kehadiran
5. Penerimaan terhadap perbedaan individu lebih besar
6. Sikap apatis berkurang
7. Pemahaman materi lebih mendalam
8. Meningkatkan motivasi belajar
2. Hipotesis Tindakan
Hipotesis Tindakan dalam penelitian ini adalah “Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw diduga dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada materi Mengenai Pentingnya Koperasi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat siswa kelas IV SDN Kasai".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tuliskan Nama dan e-mail anda